Gambaran Umum

D. Towuti terdapat di wilayah Kompleks Malili, Sulawesi Selatan yang mempunyai luas 560 km2, kedalaman maksimum 203 m, ketinggian dari permukaan laut 293 m, transparansi sedalam 22 m dan tergolong oligotrofik (Haffner et al., 2001). Danau ini merupakan danau terluas di Indonesia setelah D.Toba dan merupakan danau tipe tektonik yang memiliki jenis-jenis sumber daya ikan endemik serta telah ditetapkan sebagai Kawasan Taman Wisata Alam (Keputusan Mentan No. 274/Kpts/Um/1979). Menurut Wirjoatmodjo et al., (2003), di D. Towuti terdapat 29 spesies ikan dari 13 famili. Dari 29 spesies ikan tersebut terdapat 19 spesies ikan endemik yang tercatat dalam IUCN (IUCN, 2003 dan Froese and Pauly, 2004). Selain memiliki sumberdaya ikan endemik yang berpotensi ekonomi, D. Towuti juga dimanfaatkan untuk PLTA, perikanan tangkap, navigasi, ekowisata dan sumber air untuk kebutuhan domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa Danau Towuti memiliki fungsi penting untuk mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat di sekitar D. Towuti memanfaatkan sumber daya ikan untuk dikonsumsi dalam bentuk kering/asin maupun sebagai ikan hias dan bahan pakan hewan (Nasution, 2006).