Gambaran Umum

Profile Danau Maninjau



deskripsi "Danau Maninjau adalah salah satu danau di Sumatera Barat yang terletak di Kabupaten Agam. Danau ini merupakan danau kaldera yang terbentuk dari aktivitas vulkanik, terletak pada ketinggian 461,50 m di atas permukaan laut dengan luas 9737, 50 hektar serta kedalaman maksimum 165 m. Sumber air danau berasal dari air hujan dan sungai-sungai kecil disekitarnya serta air tanah. Danau ini memiliki satu saluran air keluar yang disebut Batang Antokan yang mengalir ke Samudera India, di pantai Barat Sumatera Barat. Tidak jauh dari Batang Antokan ini telah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maninjau yang berkapasitas 68 MW dengan memanfaatkan air Danau Maninjau untuk pembangkit tenaga listrik. Pembangunan PLTA dimulai sejak tahun 1980 dengan membendung Batang Antokan dan mengalirkan air keluar melalui terowongan untuk dimanfaatkan sebagai penggerak turbin. Terowongan dibuat dengan menembus sisi dinding danau dekat Batang Antokan dan mengambil air bawah permukaan. Dibendungnya Batang Antokan dimaksudkan untuk mendapatkan tinggi muka air yang stabil sesuai dengan perhitungan yang telah ditetapkan. Selain untuk PLTA, pemanfatan Danau Maninjau juga untuk kegiatan budidaya ikan di dalam karamba jaring apung. Kegiatan budidaya ikan dalam karamba jaring apung (kajapu) dimulai sejak tahun 1990 dan kegiatan ini mengalami perkembangan dengan pesat sejak tahun 1993 hingga puncaknya dicapai pada tahun 1996 (Syandri, 2000 dan Istijono et al. 2000). Kegiatan usaha budidaya ikan dalam karamba jaring apung ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat setempat. Namun sejak tahun 1997 kegiatan ini mulai berkurang karena sering terjadi kematian ikan yang menyebabkan kerugian usaha tersebut. Sejak saat itu terjadilah keluhan masyarakat yakni adanya penurunan kualitas air danau yang menyebabkan kerugian secara ekonomi bagi masyarakat ataupun pemerintah daerah setempat baik dari kegiatan usaha budidaya ikan dalam karamba dan pariwisata. Danau Maninjau selain dimanfaatkan untuk budidaya ikan dalam karamba juga dimanfaatkan untuk kegiatan wisata terutama oleh wisatawan mancanegara. Berkembangnya kegiatan wisata juga menyebabkan tumbuhnya hotel atau penginapan dan rumah makan di sekitar danau. Namun menurunnya kualitas air danau seperti keruhnya air dan bau tidak sedap menyebabkan menurunnya jumlah wisatawan dan berdampak pada penurunan perekonomian masyarakat dan pemerintah daerah setempat."